Silaturahmi ke Abdul Mughni (Alumni MTs 1991)

abdul_mughniBulan yang lalu tepatnya April 2010, kami bersilaturahmi ke rumah salah seorang alumni MTs 91 yaitu Abdul Mughni di Comal Pemalang Jawa Tengah. Kunjungan silaturahmi ini dalam rangka memberikan bantuan yang diperoleh dari LZIS (Lembaga Zakat, Infaq dan Shadaqah) PPMI Assalaam untuk membantu kegiatan modal usahanya. Kami berangkat dari pondok menggunakan mobil rombongan yaitu : Ust. Edi Suprapto (selaku wali kelasnya mughni 1 D MTs), Saya, Toha (pengurus LZIS), Dwi Jaka (manager LZIS) dan sopir pukul 08.00 WIB. Perjalanan kurang lebih 5 jam akhirnya kami sampai di desa Wira desa untuk menunaikan sholat jumat disalah satu masjid. Alhamdulillah akhirnya kami bertemu juga dengan alumni TKs 90 yaitu Ahmad Rofiq yang merupakan anak didik ust. Edi Suprapto juga. Setelah makan siang kami melanjutkan perjalanan ke rumah Abdul Mughni kurang lebih 30 menit dari masjid wiradesa. Alhamdulillah akhirnya kami sampai dirumah Abdul Mughni dan disana telah berkumpul alumni2 assalaam yang lain. Alhamdulillah…

Kenapa Abdul Mughni mendapatkan bantuan ?? Awal mula pemberian bantuan ini datang dari info Khoiri Azam, temen satu kelas Abdul Mughni yang cukup prihatin melihat kondisi rumah tangga dan ekonominya. Lewat jejaring facebook, berita tentang Abdul Mughni akhirnya tersebar dijagat maya dan telah dideteksi oleh temen2 satu angkatan Mughni. dari situlah muncul ide untuk sedikit memberikan sokongan finansial untuk menggerakan usaha yang dia geluti untuk mencukupi kehidupan rumah tangga.

Semenjak istrinya Mughni melakukan hijrah menjadi TKW di malaysia, sepertinya beban yang harus ditanggung mughni terasa berat untuk menghidupi anak 3 orang. Alhamdulillah dengan silaturahmi dengan sering bermain ke tempatnya khoiri azam, akhirnya jalan pintu reziki Allah SWT terbuka. Lewat temen mughni yaitu Habiburaahman yang bekerja di Perusahaan Minyak Malaysia mulai digerakkan untuk pemberian sokongan finansial.

Alhamdulillah akhirnya dana yang kami kumpulkan mencapai Rp. 1,600,000 dari berbagai temen-temen. Selanjutnya, kami mengajukan surat permohonan kepada LZIS apabila ada dana tambahan untuk sokongan modal usaha yang digeluti untuk mencukupi kehidupan rumah tangganya. Alhamdulillah dari LZIS memberikan santunan sebesar Rp. 1,000,000. Dana yang terkumpul berjumlah Rp. 2,600,000 secara simbolis diserahkan oleh Dwi Jaka selaku manager LZIS PPMI Assalaam.

Sambutan Ust. Edi selaku walikelasnya dulu. “bantuan  yang sedikit ini semoga memberi berkah dan dapat membantu meningkatkan usahamu dan tidak menyerah karena memang Allah SWT memberikan rizki berbeda kepada masing-masing orang, tapi jangan patah semangat tetap bangkit dan berusaha”.

Our Beloved Brother, Hafiz Asim

bambang_ashimKriiiiinnggg….. Kriiiinnngggg… kkrriiiiinngggg…..

“Hello, is it Brother Hafiz Asim ?” saya bilang. “I am Bambang. A Muslim Brother from Assalaam Indonesia who is studying at Leeds Uni at the moment” tambah saya.

“Yeah, It’s me Brother, right. Your friend in Assalaam told me much about You” jawab beliau.

Yup. It’s the time. Sejak diberitahu temen-temen di Assalaam bahwa imam Makkah Masjid di Leeds sedang berkunjung ke Assalaam, saya langsung tergerak untuk segera melakukan kunjungan balasan ke beliau di Makkah Masjid sebagai penghormatan, nanti pada saat beliau sudah balik ke Leeds.

Pagi pertengahan November 2008 itu saya akhirnya ketemu beliau. Subhanallahhh…. dunia ini gimana ya diatur oleh Allah. Sedemikian “sempit”nya. Beliau yang “didekat” saya, malah “harus” ke Solo dulu sebelum bertemu saya.

Ada cerita yang melatari ini semua, sehingga kenapa saya ucapkan tasbih diatas. Biasanya saya sholat di Leeds Grand Mosque, namun karena saya harus membuat essay tentang masjid di Leeds sebagai tugas kuliah, maka saya pilih satu masjid lagi selain Grand Mosque, yaitu Makkah Masjid. Saya sedang berusaha kontak-kontak dengan beberapa pihak untuk keperluan ini, hingga datang kabar tentang Brother Hafiz Asim yang sedang berkunjung di Assalaam. Semuanya kemudian menjadi mudah bukan ?

Subhanallah…

Kami bicara panjang lebar tentang Islam dan perkembangannya di daerah masing-masing. Beliau juga bercerita, tentu saja, tentang kunjungannya ke Assalaam tercinta. Hingga, tak terasa 1.5 jam waktu terlalui dengan cepat. Saya pamit, dan berjanji untuk sering berkunjung di lain waktu.

See you soon Brother…