Garis Besar Haluan Kerja (GBHK)

GARIS-GARIS BESAR HALUAN KERJA (GBHK)
IKATAN ALUMNI MA’HAD ASSALAAM (IKMAS) SURAKARTA
PERIODE 2011-2015

 

 

I. PENDAHULUAN

  1. Pengantar

Ikatan Alumni Ma’had Assalaam Surakarta (IKMAS) adalah organisasi yang bertujuan untuk memperkuat Ukhuwah Islamiyah di kalangan alumni PPMI Assaalaam Surakarta, membentuk alumni yang berakhlaqul karimah, berwawasan luas dan berdedikasi tinggi, turut serta bertanggung jawab atas kelangsungan dan kemajuan PPMI Assalaam dan berperan aktif dalam mewujudkan masyarakat yang diridhoi Allah SWT. Untuk mencapai tujuan tersebut, IKMAS melaksanakan beberapa kegiatan yang berkesinambungan dalam suatu program kerja. Strategi dan kebijakan untuk mewujudkan program kerja dirumuskan dalam suatu Garis-Garis Besar Haluan Kerja.

 

  1. Pengertian

Garis Besar Haluan Kerja (GBHK) adalah haluan kerja yang mencerminkan kehendak anggota yang ditetapkan melalui Musyawarah Nasional.

 

  1. Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan ditetapkan GBHK adalah untuk memberikan arahan aktivitas Pimpinan Pusat IKMAS selama satu periode kepengurusan. Dengan memberikan evaluasi dan memperhatikan hasil-hasil yang telah dicapai dalam periode sebelumnya maka dalam menjalankan roda kepengurusan IKMAS dapat tercapai kesinambungan dengan program kerja berikutnya. GBHK juga dimaksudkan untuk menjadi bahan pertimbangan bagi perumusan Garis Besar Kebijakan Cabang (GBKC) di tingkat cabang.

 

  1. Landasan

GBHK ini disusun berlandaskan kepada nilai-nilai Islam yang bersumberkan dari ajaran Al-Quran dan As-Sunnah sebagai landasan ideal, dan Anggaran Dasar serta Anggaran Rumah Tangga IKMAS sebagai landasan konstitusional.

 

  1. Sistematika

Garis Besar Haluan Kerja ini disusun dengan sistematika sebagai berikut Pendahuluan, Analisa Kondisi, Tema, Strategi dan Prioritas, Garis Besar Program Kerja, dan Penutup

II. ANALISA KONDISI

 

  1. Kekuatan

Sumber dasar yang dimiliki oleh IKMAS untuk menjalankan pergerakan organisasi adalah :

  1. Anggota

Keberadaaan anggota merupakan modal yang paling mendasar bagi realisasi kegiatan IKMAS. Beberapa karakteristik keanggotaan IKMAS yang mendukung antara lain :

  1. IKMAS memiliki ribuan anggota yaitu seluruh alumni Assalaam sejak dari angkatan pertama (1988) hingga angkatan terakhir (2011), baik alumni yang lulus secara lengkap (hingga kelas VI) maupun yang keluar di kelas-kelas sebelumnya.
  2. Penyebaran anggota yang menjangkau hampir seluruh nusantara, dari Aceh hingga Irian Jaya, bahkan beberapa terdapat di luar negeri, merupakan kelebihan yang sangat potensial bagi program-program IKMAS yang bersifat “wide-spride oriented”.
  3. Penyebaran alumni di berbagai profesi, organisasi sosial politik, dan aparatur negara memungkinkan IKMAS untuk menjangkau wilayah kerja yang lebih luas dan variatif.
  4. Usia anggota yang rata-rata masih muda dapat menggerakkan roda organisasi menjadi lebih dinamis, energik dan konstan.
  5. Keterikatan emosional antar anggota memberikan bekal potensial bagi IKMAS untuk menciptakan jaringan-jaringan informal, komunikasi dan soliditas organisasi.
  6. Hubungan dengan pondok

Meskipun terdapat kekurangjelasan posisi IKMAS dalam struktur pondok, hubungan informal antara IKMAS dan pondok memberikan banyak kemudahan, fasilitas dan sekaligus juga tantangan.

 

  1. Kelemahan
  2. Sebagai organisasi yang masih baru, IKMAS mempunyai banyak kelemahan-kelemahan. Beberapa di antaranya adalah bahwa Organisasi IKMAS belum memiliki struktur yang mapan, dan Cabang-cabang IKMAS di daerah sebagai urat nadi dinamika IKMAS belum terbentuk secara massal dan merata di seluruh tanah air.
  3. Pendataan anggota yang belum maksimal menyangkut domisili, status, dan potensi.
  4. Posisi IKMAS dalam pandangan anggota (alumni Assalaam) yang dapat dirasakan eksistensinya. Sementara itu PPMI Assalaam dan Yayasan memandang IKMAS sebagai organisasi alumni yang potensial mendukung kemajuan PPMI Assalaam.

III. TEMA

Berdasarkan analisa kondisi mengenai kekuatan dan kelemahan yang berkaitan dengan organisasi, maka digariskan bahwa IKMAS periode ini diselengarakan berdasarkan tema :

KONSOLIDASI ORGANISASI DALAM RANGKA MENINGKATKAN

PERAN SPIRITUAL, INTELEKTUAL DAN MORAL IKMAS

 

IV. STRATEGI DAN PRIORITAS

A. Prioritas.

  1. Konsolidasi Organisasi
  2. Pengadaan perangkat-perangkat keorganisasian.
  3. Perintisan forum-forum di tingkat pusat.
  4. Pembentukan dan penetapan cabang-cabang.
  5. Pembangunan jaringan dengan pengurus pondok danorganisasi kemasyarakatan.

B. Strategi

  1. Mempercepat proses bangun keoraganisasian IKMAS, baik dalam struktur, mekasisme kerja, maupun perangkat organisasi untuk menciptakan IKMAS yang hidup secara dinamis , kuat dan berkelanjutan.
  2. Menciptakan dan mengoptimalkan forum-forum yang memberi fasilitas bagi anggota dalam mempererat silaturahmi, meningkatkan spiritualitas, mendialogkan intelektualitas, membantu kesejahteraan, memperlancar proses akademik, dan profesi, dan sejenisnya.
  3. Terlibat aktif dala pemberdayaan masyarakat di segala bidang.

 

V. GARIS-GARIS BESAR PROGAM KERJA

Dalam perumusan garis-garis besar progam kerja ini ditetapkan 4 (empat) bidang garap yang merupakan pembagian seluruh kerja yang akan dijalankan oleh IKMAS pusat selama satu periode ke depan. Keempat bidang garap tersebut adalah Keorganisasian, Keanggotaan, Kemasyarakatan, dan Kepondokan

A. Keorganisasian

  1. Melakukankonsolidasi kepengurusan ditingkat pusat.
  2. Menyempurnakan struktur dan mekasnisme kerja organisasi
  3. Memperkuat basis data keanggotaan.
  4. Melakukan ekstensifikasi kepengurusan dengan merintis dan menetapkan berdirinya cabang-cabang.

B. Keanggotaan

  1. Merintis berdirinya forum dan media bagi penguatan silaturahmi antar anggota, peningkatan kerohanian anggota serta peningkattan wawasan dan intelektualitas anggota sehingga muncul forum yang representatif, partisipatif, dan kontinyu.
  2. Mengadakan kegiatan yang memberikan fasilitas bagi anggota menurut segmentasi tertentu.
  3. Meanfaatkan forum-forum alumni (angkatan, daerah, dll) sebagai ajang sosialisasi keberadaan IKMAS.

C. Kemasyarakatan

  1. Melakukan sinergi pembangunan masyarakat yang seimbang antara moral, spiritual dan intelektual.
  2. Meningkatkan kepedulian alumni terhadap masyarakat yang terkena bencana alam.

D. Kepondokan

  1. Membangun dan menindaklanjuti dialog dengan pengurus pondok baik secara formal maupun informal.
  2. Mengadakan kegiatan yang bermanfaat langsung terhadap santri PPMI Assalaam.

 

IV. PENUTUP.

Demikian Garis Besar Haluan Kerja ini disusun untuk dilaksanakan sebagaimana mestinya sesuai dengan ketentuan-ketentuan organisasi yang ada. Peran serta dan keaktifan anggota akan memperlancar realisasi GBHK. Kita sudah merencanakan maka jika sudah bertekad bulat hendaklah banyak bertawakkal kepada Allah SWT.

 

Ditetapkan di: Surakarta

Hari: Sabtu

Tanggal: 14 Mei 2011

Waktu: 17.25

PIMPINAN SIDANG KOMISI III

MUNAS III IKMAS

 

 

 

Syaiful Aminuddin, S.Ag.Syamsul Huda Rohmadi, M.Ag.