Reuni di Greenwich Inggris

Boleh ya berbagi cerita, perkenalkan dulu saya Ida Novianti (MA 90). Bulan November 2015 ini saya dan sahabat baik saya Ely Masykuroh (MA 90) berkesempatan berkunjung ke London dalam rangka mengikuti kegiatan Shortcourse Research Methodology yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama bagi dosen-dosen PTKI (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam), itu lho sebangsa UIN, IAIN dan STAIN, sebanyak 12 orang dari berbagai PTKI di Indonesia.

Saya dan Ely sudah bersahabat sejak kami sama-sama duduk di bangku MTs di Assalaam. Kebetulan kecuali kelas I, kami selalu duduk di kelas yang sama yaitu kelas II A, III A, I-1, II dan III Biologi. Bahkan dalam kepengurusan OPPMIA kami juga berada di bagian yang sama yaitu Bahasa. Ely menjadi ketua bagian Bahasa dan saya salah satu anggotanya.

Setelah lulus dari pondok kami terpisah. Saya melanjutkan kuliah di IAIN Walisongo Semarang lalu lanjut ke IAIN Ar-Raniry Banda Aceh untuk program S2. Sedangkan Ely belajar di Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Malang dan dilanjut S2 ke UII Yogyakarta. Dan saat ini kami sama-sama sedang menempuh jenjang S3 di Universitas yang berbeda (yang belum lulus-lulus juga, jangan ditiru ya, didoakan saja). Dan kami baru bertemu lagi melalui Facebook (thanks to Mark Zuckerburg) setelah sama-sama berstatus sebagai dosen di STAIN, hanya beda tempat. Saya di Purwokerto dan Ely di Ponoreog, eh..Ponorogo. Dan saat tahu bahwa kami berdua lolos seleksi sortcourse ke London, kami sangat excited. Wow… Reuni sebulan bersama Ely, just like the dream comes true for us.

Selama di London kami menjalin komunikasi dengan adik-adik alumni yang sedang menjalankan studi di UK. Diantaranya mas Zaenal Muttaqin (MA/SMA 94) di Manchester, Sri Utami Zuliana (SMA 93) di Colchester dan Faaris Mujahid (SMA 2006) di Southampton. Di saat seperti ini sungguh terasa jalinan yang erat antar alumni. Meski belum pernah bertemu tetapi Zaenal dan Faaris selalu menjawab WA saya dan menjelaskan apa-apa yang saya tanyakan dalam masa persiapan sebelum berangkat. Kalau dengan Zuli sebelumnya sempat bertemu beberapa kali di Jogja.

Karena jadwal kursus yang padat saya dan Ely tidak leluasa untuk bepergian, terutama keluar kota. Namun akhirnya pada weekend ke 3 di London, pada hari Sabtu, 21 November saya bisa mengunjungi Zuli di Colchester dengan naik kereta Great Anglia kurang lebih 1 jam dari London. Senangnya bisaa bertemu lagi dengan Zuli dan keluarganya. Dan lebih senang lagi karena esoknya Ahad 22 November Faaris akan mengunjungi kami di London. Kami janjian ketemu dengan Faaris di stasiun Green Park dekat istana Buckingham jam 10, lalu bergabung dengan teman-teman peserta sortcourse jalan-jalan di seputar kota London, diantaranya ke Greenwich, Tower Brigde, dan King Cross Stasion (tempat shootingnya Harry Potter, lho…). Thanks a lot, Faaris, jauh-jauh datang dari Southampton, I really appreciated and I won’t forget our experience that day.

Sayangnya kami tidak bisa bertemu Mas Zaenal. Karena kesibukan dan jarak yang lumayan jauh kami tidak bisa berkunjung ke Manchester dan Mas Zaenalpun tidak sempat datang ke London. Meski demikian kontak lewat WA tetap jalan, dan insya Allah akan ketemu di lain kesempatan.

Demikian sekelumit kisah kami, sebagai kakak senior (senior angkatan dan usia, maksudnya) senang rasanya jika mendengar kabar kesuksesan adik-adik, apalagi bisa bertemu dan melihat langsung adik-adik meraih kesuksesan dan berkembang melampaui