Silaturahmi dan Pengajian IKMAS Semarang

pengajian_ikmas_semarangPada hari Ahad (24/7/2011) bertempat di kantor Bapak Nasrul Jl. Beruang Raya III No. 2 Ikmas Semarang kembali telah mengadakan silaturahmi Alumni yang pertama setelah dilantiknya Sdr. Ghomsony (89) memegang amanah sebagai ketua Ikmas Semarang sebulan yang lalu pada 19 Juni Silam. Untuk diketahui peserta yang bisa hadir pada acara tersebut: Sdr. Nasrul (tuan rumah), Ghomsony (ketua) dan Ade Machnun (sekretaris), ibarat mushola yang bisa hadir baru imam, makmum dan muadzinnya meski demikian alhmadulillah kawan-kawan yang sudah memberikan konfirmasi absen lebih dari 20 an orang diantaranya: Mbk Ema (97), Yocax, Qodrin, Qisthon, Hakim, Ghofar, Syakib, Imam dll

Acara kali ini selain membahas kerjasama antar alumni semarang dan rencana memberikan masukan-masukan ke Pondok Assalaam diisi juga dengan pengajian yang disampaikan oleh Ust. Fauzan Lc.dari Surabaya (alumnus Gontor & Azhar Kairo) dengan tema esensi ibadah puasa Ramadhan dengan mendalami makna ayat-ayat Al-Qur’an. Demikian sedikit intisari acara pengajian semoga bias memberikan manfaat untuk kawan-kawan.

Berpuasa, apa yang dicari??

Agar apakah Allah memerintahkan hamba-hambanya berpuasa? Agar sehat? Agar bias merasakan rasa lapar? Agar tidak malu sama tetangga sehingga hanya ikut-ikutan saja? Mari kita tilik Al-Qur’an 2:183Taqwa lah yang seharusnya kita cari dari esensi ibadah puasa. Lantas apakah Taqwa itu? Sebagian mendefinisakanya dengan: melaksanakan perintah Allah dan menjauhi laranga-Nya. Disini Takwa adalah pelaksanaan perintah, Jika kita berhenti sampai disni saja kita tidak akan mendapatkan fakta lain, karena jika kita tilik lagi  Surat 3:102 “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya” dsini Allah memerintahkan untuk bertakwa, jika kita sandingkan dengan definisi taqwa: melaksanakan perintah, sedangkan pada 3:102 Allah memerintahkan kita bertaqwa maka agar kita bertaqwa kita harus bertaqwa itulah kira-kira hasilnya, hasilnya adalah muter di situ-situ saja (daur). Maka kita harus mengorek informasi lain dari Al-Qur’an untuk mendapatkan kejelasan, coba kita buka 3: 133 (Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,)

Pada ayat ini Allah menjanjikan hamparan surge seluas langit dan bumi untuk orang yang bertaqwa, sperti apakah kriterika orang-orang yang bertaqwa itu? Kritaterianya sudah Allah tentunkan pada ayat berikutnya 3:134 ((yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.)

Dari ayat tersebut kita mendapatkan bahwa orang yang bertaqwa itu akan: 1. Menafkahkan hartanya baik di kala lapang maupun sempit. 2. Menahan Amarahnya, 3. Memaafkan kesalahan orang lain, 4. Berbuat Kebaikan. Ayat berikutnya 3:135 (Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui Dari ayat tersebut kita juga mengetahui bahwa orang yang bertaqwa itu akan sentiasa memohon ampunan dari Allah dengan taubatan nashuha. Dan tidak berhenti hanya komat-kamit mulutnya memohon ampun saja namun juga berusaha, berbuat sesuatu agar Allah menurunkan ampunannya. Sampai disini kita akan bertanya apakah gerangan perbuatan yang bias menurunkan ampunan dan menghapus dosa? Mari kita tengok 11:114 (Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk) Ayat tersebut menginformasikan bahwa perbuatan-perbuatan baik akan menghapus dosa, maka orang yang bertaqwa akan selalu berbuat baik sebanyak-banyak nya.

Terakhir, mari kita sandingkan lagi surat al-Baqoroh 2:183 perintah puasa dan goal dari ibadah puasa ini dengan surat Ali Imron 3:133,134 sehingga kita akan menyadari bahwa kelulusan ujian dari madrasah Romadhon sangat dipengurahi dengan kesiapan kita merubah diri kita menjadi: dermawan (Menafkahkan hartanya baik di kala lapang maupun sempit), penyabar (Menahan Amarahnya), pemaaf (Memaafkan kesalahan orang lain) dan orang yang mau berbuat kebaikan. Banyak orang baik tetapi tidak banyak dari mereka yang mau berbuat baik, karenanya banyak redaksi Al-Qur’an yang menyatakan kecintaan Allah pada orang-orang yang berbuat baik.

AHLAN WASAHLAN YA ROMADHON, AHLAN WASAHLAN SYAHRUL GHUFROON…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*